Menakar Dampak Positif hingga Negatif Jika Indonesia Gabung BRICS

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuturkan, Indonesia masih akan mengkaji dan mempertimbangkan keikutsertaannya untuk menjadi anggota BRICS. Lalu bagaimana dampak positif dan negatif jika Indonesia masuk BRICS? Meski demikian, Jokowi menuturkan, hubungan Indonesia dengan negara-negara anggota BRICS saat ini sudah dinilai sangat baik, terutama dalam bidang ekonomi. “Hubungan kita dengan kelima anggota BRICS juga sangat baik dan terutama di bidang ekonomi,” ujar dia. Jokowi mengatakan salah satu proses yang harus dilalui untuk menjadi anggota baru BRICS adalah dengan menyampaikan surat expression of interest. Jokowi menuturkan, hingga saat ini Indonesia belum menyampaikan surat tersebut. “Untuk menjadi anggota baru dari BRICS suatu negara harus menyampaikan surat expression of interest, semua harus menyampaikan surat itu, dan sampai saat ini memang Indonesia belum menyampaikan surat tersebut,” kata Jokowi https://www.anugerah-jaya.com/. Adapun BRICS merupakan kelompok negara-negara berkembang yang terdiri atas, Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.

Lalu, pada dampak positif dan negatif bagi Indonesia bergabung dengan BRICS?

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Nailul Huda menuturkan, Indonesia dengan segala potensi mampu memberikan hal yang positif terhadap koalisi negara-negara global. Baik BRICS dan koalisi lainnya memiliki kepentingan terhadap Indonesia.

Melihat Peluang

Ia menambahkan, melihat peluang dan kinerja dari negara-negara BRICS dan koalisi lainnya, tentu perkembangan ekonomi negara-negara BRICS memiliki kinerja yang lebih baik dan mampu meningkatkan potensi ekonomi Indonesia. “Namun demikian, di satu sisi negara-negara lain juga mempunyai pengaruh yang tidak kecil bagi Indonesia. Contohnya adalah Amerika Serikat yang menjadi salah satu partner perdagangan penting Indonesia,” ujar dia. Selain itu, ia mengatakan, bahkan Indonesia mendapatkan kebijakan bebas biaya good and service tax atau GST. Kebijakan ini memungkinkan produk Indonesia mampu bersaing dengan produk-produk luar negeri di Amerika Serikat. “Ketika Indonesia mempertimbangkan serius untuk bergabung dengan BRICS ataupun koalisi lainnya, aspek penting perlu dipertimbangkan sebelum langkah ini diambil. Keputusan ini berpotensi memberikan dampak signifikan dalam ekonomi, politik dan strategi nasional,” kata dia.

Join The Discussion

Terms of Service